Sesuatu yang paling dekat dengan kita adalah kematian, dari mulai kita dilahirkan ke dunia ini busur kematian telah dilepaskan dan setiap saat akan mengintai dan mengikuti kita, tinggal menunggu waktunya akan menancap pada diri kita.
Kenapa kematian itu begitu dekat dengan kita ?
karena kematian itu adalah sesuatu hal yang PASTI dan sebelumnya kita TIDAK DIBERITAHU
karena kematian itu adalah sesuatu hal yang PASTI dan sebelumnya kita TIDAK DIBERITAHU
Jika kematian merupakan sesuatu yang PASTI, lalu mengapa setiap orang berlomba-lomba untuk memperkaya diri dengan harta, setiap orang bersemangat untuk mengeluarkan hartanya hanya untuk sesuatu hal keduniaan yg hanya sementara.. tapi ketika disuguhi kebaikan dan pahala orang2 malah menghindar seolah dia tak sadar bahwa kematian itu adalah dekat, ketika disodorkan infaq dan sodaqoh orang-orang merasa berat dan berdalih dengan perhitungan yg rumit seolah-olah harta itu akan dibawanya mati.
Jika kematian TIDAK DIBERITAHU kapan, dimana dan pada saat apa kita akan mengalami kematian.
lalu kenapa kita tidak bersegera untuk mempersiapkannya, kita tidak tahu apakah kematian itu datang ketika kita sedang berfoya-foya menghamburkan harta utk sesuatu yg tidak jelas manfaatnya untuk akhirat, ketika kita sedang menggunjing seseorang, ketika kita sedang menonton sesuatu yg tidak layak kita tonton atau ketika sedang dalam melakukan perbuatan maksiat lainnya..
atau apakah kematian itu datang ketika kita sedang khusyu pada sujud terakhir dalam sholat kita, atau ketika kita sedang memberikan ilmu yg bermanfaat utk orang lain, ataukah ketika kita berjihad fii sabilillah..
lalu kenapa kita tidak bersegera untuk mempersiapkannya, kita tidak tahu apakah kematian itu datang ketika kita sedang berfoya-foya menghamburkan harta utk sesuatu yg tidak jelas manfaatnya untuk akhirat, ketika kita sedang menggunjing seseorang, ketika kita sedang menonton sesuatu yg tidak layak kita tonton atau ketika sedang dalam melakukan perbuatan maksiat lainnya..
atau apakah kematian itu datang ketika kita sedang khusyu pada sujud terakhir dalam sholat kita, atau ketika kita sedang memberikan ilmu yg bermanfaat utk orang lain, ataukah ketika kita berjihad fii sabilillah..
Dikisahkan percakapan seorang pemuda dengan kakek tua tentang kematian..
pemuda : kek, bukankah tanaman yang tua itu sebentar lagi akan segera diketam ?
kakek : anak muda, apakah engkau tidak pernah melihat bahwa banyak tanaman yg dimusnahkan dengan bencana sebelum menguning?
pemuda : kek, bukankah tanaman yang tua itu sebentar lagi akan segera diketam ?
kakek : anak muda, apakah engkau tidak pernah melihat bahwa banyak tanaman yg dimusnahkan dengan bencana sebelum menguning?
Dari percakapan itu kita menyimpulkan bahwa memang usia itu tidak menentukan cepat atau lambatnya kematian datang pada diri manusia, oleh karena itu kita harus selalu bersiap siaga dengan segala perbekalan untuk menjemputnya. Menjemputnya dengan husnul khotimah (Akhir hidup yang baik) dengan dihiasi oleh amal perbuatan yg akan memberatkan timbangan kebaikan kita di hari hisab nanti.
dan bukan dengan suul khotimah (Akhir hidup yg buruk/nista) yg penuh dengan kemaksiatan yg akan memberatkan timbangan keburukan kita..
dan bukan dengan suul khotimah (Akhir hidup yg buruk/nista) yg penuh dengan kemaksiatan yg akan memberatkan timbangan keburukan kita..
Semoga Alloh selalu merahmati kita, bersyukur kita masih diberikan nafas kehidupan sampai dengan saat ini. itu merupakan kemurahan dan kasih sayang Alloh SWT yg masih memberikan kita kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperberat timbangan kebaikan kita dalam rangka memperoleh keridhaanNya.
Walohu’Alam bishshowab.
No comments:
Post a Comment